BAB
I
PENDAHULUAN
A.
Latar
Belakang
Latar belakang
masalah makalah ini
adalah untuk edukasi
atau pembelajaranmasyarakat tentang
pentingnya pemahaman tentang
anggaran. Karena anggaran
dalammenentukan kegiatan, organisasi atau perusahaan sangat dibutuhkan
sebelum memulai prosesyang dianamakan kegiatan atau produksi. Maka dari itu diperlukan
juga pemahaman yangmendalam, sehingga dalam menyusun anggaran dapat dengan
baik, tepat, dan akurat dengananggaran yang telah disesuaikan. Banyak dari
suatu kegiatan dalam organisasi atau
usahakecil menganggap penyusunan
anggaran kurang penting,
hal ini dapat
menyebabkankeuangan pada organisasi
atau kegiatan tersebut
sering kesulitan dalam
mengaturkeuangannnya. Maka dari itu penyusunan anggaran sangatlah penting
dan wajib, jika tidakingin adanya kerugian atau kekurangan dalam menentukan
kegiatan
B.
Rumusan
Masalah
1.
Apa
sejarah dan definisi E-Budgeting
2.
Bagaimana
algoritma E-Budgeting
3.
Apa
kelebihan dan kelemahan E-Budgeting
4.
Contoh
kasus E-Budgeting
C.
Tujuan
Tujuan
di buatnya makalah ini,untuk bagaimana mengetahui tentang “E-Budgeting” dalam
dunia ekonomi dan teknologi.
BAB II
PEMBAHASAN
A.
SEJARAH
DAN DEFINISI E-BUDGETING
a.
Sejarah
E-Budgeting di Indonesia
Pada akhir
2013 Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) dan ada Tim Anggaran
Pemerintah Daerah (TAPD) berkunjung ke Pemkot Surabaya, untuk membahas perihal
e-budgeting. Kemudian, Pemkot Surabaya sebagai perintis sistem ini
memperkenalkan Pemprov DKI kepada dirinya. Setelah itu,
kata Gagat, kerja sama pun dimulai. Dia beserta 4 orang timnya direkrut untuk menjadi
konsultan atau tim IT guna menerapkan sistem penganggaran elektronik tersebut
di Jakarta. "Sistem itu sudah lama kami bangun, ada tim yang
membangun," sambung dia.
Gagat
dan timnya pun mulai membuat master desain sistem e-budgeting untuk APBD DKI pada
2014 lalu. Namun, karena struktur nya lebih kompleks dari Pemkot Surabaya, maka
dibutuhkan penyesuaian yang banyak. Dari struktur SKPD hingga pola anggarannya,
tanpa mengubah prinsip dasar e-budgeting
b.
Definisi
E-Budgeting
Sistem yang mengawasi anggaran agar
terciptanya transparansi dalam penyususan anggaran dalam suatu daerah.
Dengan adanya sistem ini, masyarakat dapat
melihat anggran , apa saja yang dapat dibuat atau bahkan di ajukan.
B.
ALGORITMA
E-BUDGETING
Ø
Membuat
maping sistem dan database budgeting
Ø
Membuat
alur kerja e-budgeting
Ø
Membangun
sistem e-budgeting
Ø
Melakukan
pelatihan bagi SDM
Ø
Uji
coba e-budgeting
Ø
Menerapkan
dan memelihara e-budgeting
GAMBAR
PROSES E-BUDGETING
C.
KELEBIHAN
DAN KELEMAHAN E-BUDGETING
a.
Kelebihan
E-Budgeting
Ø Sederhana dan mudah
dioperasikan karena tidak memerlukan analisis yang rumit.
Ø Backward oriented
dapat menjamin kepastian dibandingkan dengan forward oriented karena keadaan di
masa depan sulit untuk diprediksi.
Ø Lebih mudah dalam
melakukan pengawasan.
b.
Klemahan
E-Budgeting
Ø Klarifikasi anggaran
tidak menggambarkan adanya suatu program
Ø Mengabaikan aspek
analisis manfaat
Ø Bisa saja seorang
hacker dapat memblokir
Ø Kurang dapat
menjelaskan pengeluaran apa saja yang telah dikelaurkan
D.
CONTOH
KASUS E-BUDGETING
1.
Contoh
Kasus 1
Asumsi harga dari budget pengeluaran
pemerintahan yang lagi di galak kan dan di populer kan oleh gubernur DKI, Ahok,
di peroleh dari berbagai sumber, dengan terllebih dahulu menentukan
"Rekanan" Penentuan rekanan juga mempunyai kriteria kriteria
tersendiri yang di tentukan oleh DKI. Sedangkan asumsi harga, bisa di peroleh
dari permintaan penawaran langsung, Iklan, publikasi dsb.
Di dalam menentukan harga suatu barang
pun, harus detail, termasuk instalasi, garansi, asuransi, teknisi, serta spec
yang sudah di tentukan. E-budgeting, adalah suatu budget yang di bantu oleh
computer software untuk memudahkan, mempercepat, dan yang utama: mengatur siapa
yang berwewenang merubah angka angka di dalam budget.
2.
Contoh
Kasus 2
Besarnya kerugian akibat korupsi diperkirakan
mencapai 10-25 persen pada skala normal. Dalam beberapa kasus, kerugian yang
ditimbulkan dapat mencapai 40-50 persen dari nilai kontrak. Belum lagi termasuk
kerugian ekonomis akibat tidak tepat sasarannya pengeluaran pemerintah yang
akan membuat pengeluaran pemerintah tersebut tidak dapat secara efisien
meningkatkan kesejahteraan dan kualitas hidup masyarakat.
Korupsi dalam pengadaan barang dan jasa
dilakukan secara terorganisasi dengan tahapan yang bisa jadi cukup panjang.
Proses anggaran merupakan tahapan awal yang merupakan tahap penilaian atas
kebutuhan/penentuan kebutuhan
Dengan menggunakan sistem e-budgeting,
pengajuan anggaran belanja dan nilainya dapat dilakukan cross check and
balance dan tracking dalam peng-input-annya lebih mudah.
Dari sisi audit, akan lebih mudah
menemukan jejak audit (audit trail) dalam penggunaan sistem ini. Hal ini
tentu saja akan meminimalkan tindakan arbiter dan diskresi yang dapat mengarah
pada korupsi.
BAB III
PENUTUP
A.
Kesimpulan
Perencanaan dalam menyiapkan anggaran
sangatlah penting. Bagaimanapun juga jelas mengungkapkan apa yang akan
dilakukan dimasa mendatang. Pemikiran strategis disetiap organisasi adalah
proses dimana manajemen berfikir tentang pengintegrasian aktivitas
organisasional ke arah tujuan yang beroerientasi kesasaran masa mendatang.
Semakin bergejolak lingkungan pasar, teknologi atau ekonomi eksternal,
manajemen akan didorong untuk menyusun stategi. Pemikiran strategis manajemen,
direalisasi dalam berbagai perencanaan, dan proses integrasi keseluruhan ini
didukung prosedur penganggaran organisasi.
Unsur-unsur utama dalam anggaran:
·
Keseluruhan
Rencana, merupakan penentuan kegiatan yang dilakukan pada waktu yang akan
datang.
·
Kegiatan
Perusahaan, meliputi seluruh kegiatan yang akan dilakukan oleh semua
bagian-bagian dalam perusahaan.
·
Dinyatakan
dalam angka, adalah unit yang dapat digunakan pada semua kegiatan perusahaan
yang bermacam-macam.
·
Periode
tertentu, adalah keseluruhan mengenai apa-apa saja yang akan terjadi pada masa
yang akan datang.
Terdapat 2 macam anggaran (budget):
1.
Budget
Strategis, ialah anggaran yang berlaku untuk jangka panjang yaitu melebihi satu
periode akuntansi (melebihi 1 tahun)
2.
Budget
Taktis, ialan anggaran yang berlaku untuk jangka pendek, yaitu satu periode
akuntansi atau kurang.
B.
Saran
Mungkin inilah makalah kelompok kami, meskipun
jauh dari kesempurnaan minimal dapat mengimplementasikan tulisan ini, masih
banyak kesalahan dari penulisan kelompok kami, maka kami juga butuh kritik dan
saran agar menjadi motivasi untuk masa depan yang lebih baik daripada masa
sebelumnya.
DAFTAR PUSTAKA
- http://ajilucky.blogspot.co.id/2015/03/e-budgeting-sistem-pengangguran.html?m=1
- http://inovasi.ian.go.id/index.php?r=inovasi/read&id=67
- http://hrefel.blogspot.co.id/2015/03/e-budgeting.html
- https://www.linkedin.com/pulse/e-budgeting-lianto-hidayat?forceNoSplash=true
- http://budisansblog.blogspot.co.id/search/label/E-Budgeting%20-%20Solusi%20untuk%20Korupsi%20APBD




